Nagari Salayo kembali menggelar perhelatan budaya Alek Silek, sebuah momentum penting dalam merawat tradisi dan seni bela diri peninggalan leluhur Minangkabau. Acara yang sarat dengan nilai tradisi ini terasa semakin istimewa berkat kehadiran para tokoh penting pemerintahan daerah. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, S.T. gelar Sutan Nagari Nan Sati, Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, S.P., MM, dan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Solok, Marcos Sophan, S.Pt., M.Si, tampak hadir langsung di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian warisan budaya nagari. Kehadiran unsur pimpinan daerah ini menegaskan bahwa kebudayaan tradisi silat (silek) memiliki posisi yang krusial dalam identitas masyarakat Minangkabau dan mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Kesuksesan perhelatan Alek Silek Nagari Salayo tahun ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara tokoh adat, pemerintah, dan kaum muda. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) tahun 2026 turut ambil bagian dan bahu-membahu menyukseskan rangkaian acara dari awal hingga akhir. Bagi para mahasiswa KKN UNAND, keterlibatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata di tengah-tengah masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dimulai sejak tahap perencanaan, di mana perwakilan inti KKN UNAND rutin menghadiri rapat koordinasi bersama panitia dan tokoh masyarakat setempat. Selama perhelatan berlangsung, para mahasiswa dibagi ke dalam beberapa peran strategis, salah satunya mengelola alur dapur konsumsi, mulai dari proses memasak hingga pengemasan makanan untuk para tamu dan peserta. Selain itu, mahasiswa juga mengambil peran aktif dalam lini publikasi guna meluaskan jangkauan informasi acara agar gaungnya terasa lebih luas di media sosial maupun media digital nagari.
Di balik kemeriahan festival, tersimpan harapan besar dari para penggiat silek dan tokoh sesepuh adat. Perhelatan ini dirancang bukan sekadar sebagai pertunjukan, melainkan sebagai ajang silaturahmi antar-penggiat seni bela diri sekaligus media edukasi bagi generasi muda. Kehadiran ruang-ruang budaya seperti Alek Silek diharapkan mampu memperkenalkan kembali eksistensi silek kepada anak muda, menumbuhkan rasa bangga, serta menarik minat generasi penerus untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya Minangkabau ini agar tidak punah ditelan zaman.
Melalui sinergi antara niniak mamak, pemerintah daerah, dan semangat kaum muda termasuk salah satunya mahasiswa KKN UNAND, Alek Silek Nagari Salayo 2026 berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai tradisi tetap memiliki tempat yang kokoh di tengah arus modernisasi.