Nagari Salayo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam menjaga produktivitas sektor pertanian melalui kegiatan Safari Berburu Hama. Aksi lapangan ini melibatkan kolaborasi erat antara para petani, penyuluh pertanian, pemerintah nagari, masyarakat lokal, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengamatan langsung terhadap kondisi lahan persawahan warga sekaligus mengidentifikasi berbagai jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berpotensi menurunkan kualitas dan hasil panen. Dengan turun langsung ke sawah, seluruh peserta dapat mengenali gejala awal serangan hama sejak dini sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran.
Selama kegiatan berlangsung, tim menyusuri area persawahan untuk mengamati secara cermat keberadaan hama endemik, seperti penggerek batang, wereng, keong mas, hingga tikus sawah. Di sela-sela penelusuran, para penyuluh pertanian memberikan edukasi mengenai teknik pemantauan tingkat serangan, metode pengendalian yang ramah lingkungan, serta pentingnya penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Diskusi interaktif antara petani, penyuluh, dan mahasiswa KKN UNAND pun menjadi wadah yang efektif untuk saling berbagi pengalaman terkait dinamika tantangan budidaya pertanian di lapangan. Uniknya, Safari Berburu Hama ini tidak hanya berfokus pada sisi teknis pertanian, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi para penembak dan pemburu handal di wilayah setempat. Kehadiran para pemburu berpengalaman ini menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus wadah positif untuk memancing minat serta menyalurkan bakat generasi muda yang memiliki ketertarikan di bidang olahraga menembak dan pengendalian hama mamalia/pengerat.
Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat Nagari Salayo semakin menyadari pentingnya pemantauan lahan secara berkala agar potensi ancaman hama dapat dicegah sebelum meluas. Lebih dari sekadar aksi teknis di lapangan, Safari Berburu Hama berhasil memperkuat kolaborasi lintas generasi mulai dari petani, komunitas pemburu, pemerintah nagari, hingga mahasiswa KKN UNAND dalam mewujudkan pertanian Nagari Salayo yang produktif, berkelanjutan, dan tangguh secara pangan.