Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) yang ditempatkan di Jorong Batu Palano, Nagari Salayo, Kabupaten Solok, menggelar kegiatan penyuluhan pencegahan stunting di Posyandu Sawah Kandang pada 09 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di wilayah tersebut.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari program kerja KKN UNP Nagari Salayo 2026 yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan (HPK). Materi disampaikan oleh Nabila Gustia Putri, yang menjelaskan pengertian stunting, faktor penyebab, serta cara pencegahan yang bisa dilakukan sejak masa kehamilan. Dalam paparannya, Sania Ashila Ramadhani menyampaikan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia, tetapi berkaitan langsung dengan perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Barat berada di angka 24,9 persen, masih di atas rata-rata nasional yang tercatat 19,8 persen. Angka ini setara dengan sekitar 126.844 balita di Sumatera Barat dalam kondisi stunting, dan 13 dari 19 kabupaten/kota di provinsi ini masih berada pada kategori sedang dengan prevalensi di atas 20 persen. Kondisi ini yang mendorong mahasiswa KKN memilih stunting sebagai salah satu isu prioritas dalam program kerja mereka di Nagari Salayo.
Ketua pelaksana kegiatan, Kenzi Adh-Dhowy, mengatakan penyuluhan ini diharapkan bisa menambah pemahaman ibu-ibu di Posyandu Sawah Kandang soal pola asuh dan asupan gizi yang tepat untuk anak. Kader Posyandu Sawah Kandang, turut menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama antara mahasiswa KKN dan posyandu bisa terus berlanjut selama masa penempatan KKN di Nagari Salayo.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan pemberian makanan tambahan / pengukuran tinggi dan berat badan balita. Mahasiswa KKN UNP Nagari Salayo 2026 berencana melanjutkan program serupa di posyandu lain yang ada di wilayah Nagari Salayo sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat nagari.